3 Kandidat kuat pengganti Xavi Hernandez sebagai pelatih Barcelona

 

Barcelona mengalami masa-masa sulit di bawah asuhan Xavi Hernandez

 Xavi Hernandez telah mengumumkan bahwa ia akan meninggalkan Barcelona pada akhir musim ini, setelah tiga tahun menjabat sebagai pelatih. Keputusan ini sudahlah tidak mengejutkan sebagian banyak orang karena Barcelona yang mengalami penurunan performa signifikan dari musim lalu.

 Inkonsistensi itu berlanjut usai dikalahkan Real Madrid di final Piala Super Spanyol, serta Athletic Bilbao di Copa del Rey. Barcelona kalah 3-5 di laga kandang melawan Villarreal di pekan 22 LaLiga

"Pada 30 Juni saya akan meninggalkan klub. Itu adalah keputusan yang telah saya diskusikan dengan Presiden (Joan Laporta) dan staf. Barca butuh perubahan arah," papar Xavi.

"Saya pikir itu akan membantu dinamika klub untuk berubah dan saya masih berpikir kami bisa menjalani musim yang sangat bagus. Saya harus memikirkan klub sebelum diri saya sendiri."

Siapa yang akan menggantikan Xavi Sebagai Coach baru untuk Barcelona ? Berikut adalah 3 nama yang sering disebut-sebut sebagai kandidat kuat untuk menjadi pelatih baru Barcelona

Jose Mourinho

Nama Jose Mourinho mungkin terdengar kontroversial bagi sebagian besar fans Barcelona, karena ia pernah menjadi musuh bebuyutan mereka saat melatih Real Madrid. Namun, Mourinho juga memiliki hubungan baik dengan presiden Barcelona, Joan Laporta, yang pernah bekerja sama dengannya saat ia menjadi asisten pelatih di bawah Sir Bobby Robson dan Louis van Gaal pada akhir 1990-an.

Mourinho adalah pelatih yang berpengalaman dan sukses di berbagai klub Eropa, seperti Porto, Chelsea, Inter Milan, Real Madrid, Manchester United, dan Tottenham Hotspur. Ia telah memenangkan 25 gelar, termasuk dua Liga Champions dan delapan liga domestik. Ia juga dikenal sebagai pelatih yang taktis, karismatik, dan motivator.

Mourinho saat ini tanpa klub, setelah dipecat oleh Roma pada bulan Januari lalu. Ia telah menunjukkan minatnya untuk kembali melatih di Spanyol, dan dikabarkan telah mengunjungi Barcelona beberapa kali dalam beberapa bulan terakhir. Apakah Mourinho akan bersedia melupakan masa lalunya yang pahit dengan Barcelona dan menerima tantangan baru di Camp Nou?

Thiago Motta

Thiago Motta adalah mantan pemain Barcelona yang pernah bermain bersama Xavi di lini tengah tim pada awal 2000-an. Ia memenangkan dua gelar La Liga, satu Copa del Rey, dan satu Liga Champions bersama klub tersebut. Ia juga pernah bermain untuk Monaco, Inter Milan, Paris Saint-Germain, dan tim nasional Italia.

Motta memulai karier kepelatihannya pada tahun 2018, saat ia menjadi pelatih tim U-19 Paris Saint-Germain. Ia kemudian melatih Genoa dan Spezia di Serie A, tetapi tidak mendapatkan hasil yang memuaskan. Ia baru saja ditunjuk sebagai pelatih Bologna pada bulan September lalu, dan berhasil membawa timnya ke posisi keempat di klasemen sementara.

Motta memiliki filosofi sepak bola yang mirip dengan Barcelona, yaitu bermain dengan gaya menyerang, possession, dan pressing. Ia juga mampu mengembangkan pemain muda dan memberikan kesempatan kepada mereka untuk bermain. Motta bisa menjadi pilihan yang menarik bagi Barcelona, yang membutuhkan pelatih yang mengerti budaya dan identitas klub.

Rafael Marquez

Dan terakhir Kandidat terkuat dari antara 2 pelatih lainnya adalah Rafael Marquez ia legenda Barcelona yang pernah bermain sebagai bek tengah dan gelandang bertahan di tim tersebut selama tujuh musim. Ia memenangkan empat gelar La Liga, dua Copa del Rey, dan dua Liga Champions bersama klub tersebut. Ia juga merupakan pemain Meksiko terbaik sepanjang masa, yang bermain di lima Piala Dunia dan memenangkan satu Piala Konfederasi dan dua Piala Emas CONCACAF.

Marquez baru saja memulai karier kepelatihannya pada tahun 2021, saat ia menjadi pelatih tim U-17 Alcalá di Spanyol. Ia kemudian dipromosikan menjadi pelatih Barcelona B pada bulan Januari lalu, menggantikan Sergi Barjuan yang diangkat menjadi pelatih tim utama. Ia berhasil membawa timnya ke posisi ketiga di Segunda División B, grup pertama.

Marquez memiliki gaya bermain yang agresif, dinamis, dan variatif. Ia bisa mengubah formasi dan skema permainan sesuai dengan situasi dan lawan. Ia juga memiliki mentalitas juara dan tidak takut menghadapi tim-tim besar. Marquez bisa menjadi pelatih yang menantang dan menarik bagi Barcelona, yang membutuhkan pelatih yang berani dan kreatif

Next Post Previous Post