BRI Liga 1 2023/2024: Potensi Positif Sepak Bola Terhadap Ekonomi Masyarakat

BRI Liga 1 2023/2024
BRI Liga 1 musim 2023 2024 berpotensi menjadi yang paling menarik: Tidak hanya para penggemar yang bersemangat kembali ke stadion setelah periode tidak aktif, tetapi ekonomi UMKM, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah juga menunjukkan tanda-tanda perbaikan, dan liga menjanjikan pemanfaatan teknologi inovatif.

Banyak orang Indonesia telah menunjukkan antusiasme yang besar terhadap kompetisi BRI Liga 1 sebagai kompetisi sepak bola tingkat tertinggi di Tanah Air Antusiasme ini telah terbukti sejak musim lalu dan ketika pandemi COVID 19 berubah menjadi endemik pada 21 Juni 2023, kegembiraan di kalangan pendukung semakin kuat.

Mencermati antusiasme yang signifikan seputar acara tersebut, Bank Rakyat Indonesia BRI secara resmi kembali berperan sebagai sponsor utama Liga 1 pada 26 Juni 2023 Ini menandai tahun ketiga berturut-turut BRI memegang posisi ini, memperkuat komitmennya yang tak tergoyahkan terhadap BRIPalingBola Tidak ada penjelasan atau konteks tambahan yang diberikan.

Selama konferensi pers mengumumkan BRI sebagai sponsor utama Liga 1, Direktur Jenderal BRI Sunarso mengungkapkan alasan di balik komitmen berkelanjutan perusahaan untuk sponsorship selama tiga tahun berturut-turut, dengan alasan pentingnya menciptakan nilai ekonomi dan sosial bagi masyarakat.

"Menurut riset dari Nielsen, tahun 2022 indeks brand awareness BRI meningkat dari 83 pada tahun 2021 menjadi 85 di tahun 2022, angka ini merupakan angka tertinggi pada 5 tahun terakhir. Demikian halnya indeks awareness brand BRImo yang meningkat dari 59 menjadi 61 di tahun 2022," ujarnya saat itu.

Tak hanya dari sisi ekonomi, dari sisi nilai sosial, BRI juga melihat adanya potensi untuk ikut serta dalam membantu kompetisi sepak bola berkembang lebih baik, yang nantinya bermuara pada Timnas Indonesia yang lebih baik pula. "Kita juga ingin menjadi bagian dari Indonesia yang memiliki tim sepak bola yang bersinar di tingkat global," ungkap Sunarso.

Mencermati bagaimana semangat BRI berkontribusi terhadap perkembangan positif ekosistem sepak bola Indonesia, BRI Liga 1 2023 musim 2024 mendatang berpotensi menjadi batu loncatan bagi masa depan sepak bola Indonesia Dalam versi parafrase ini, fokusnya adalah pada potensi musim mendatang untuk menjadi katalisator perubahan positif di Indonesia.

Ekonomi Menggeliat Seiring BRI Liga 1 Kembali Bergulir

Hubungan antara olahraga, khususnya sepak bola, dan ekonomi masyarakat sebenarnya saling menguntungkan, tidak mungkin untuk membantah bahwa sepak bola tetap menjadi olahraga paling populer di Indonesia Banyaknya penggemar sepak bola di Indonesia juga berfungsi sebagai kekuatan pendorong positif untuk kegiatan ekonomi di masyarakat.

Hubungan antara olahraga, dalam hal ini sepak bola, dengan roda perekonomian masyarakat memang mutualisme. Apalagi setelah adanya pandemi Covid-19, sepak bola memiliki prospek ekonomi yang besar untuk mengembalikan perekonomian masyakarat.

Menurut Kepala Bidang Penelitian Perubahan Iklim dan Rantai Nilai Global Pusat Penelitian Ekonomi dan Masyarakat Indonesia LEPM Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, FEB UI Mohamad Dian Revindo, kompetisi sepak bola Indonesia dengan antusiasme yang besar bahkan bisa melebihi nilai pra pandeminya.

"Bahkan bisa melebihi Rp2,7 triliun seperti sebelum masa pandemi. Hal ini dikarenakan antusiasme penonton dan fans yang tetap tinggi. Mobilitas masyarakat yang berangsur normal sehingga dapat mendorong penonton datang ke stadion. Makin kuatnya bisnis hiburan TV dan saluran digital, serta pulihnya perekonomian," ujarnya.

Salah satu fakta yang terbukti adalah tingginya tingkat kehadiran suporter di stadion untuk menyaksikan pertandingan BRI Liga 1 2023 2024 pasca pandemi Menurut data dari Transfermarkt, jumlah penggemar yang menghadiri pertandingan stadion telah mencapai 1.580.959 penggemar pada minggu ke-23, dengan jumlah penggemar terbanyak yang menghadiri Stadion Patriot Candrabaga, stadion kandang Persija Jakarta yang mencatat 497.394 penggemar.

Karena semakin banyak orang menghadiri stadion secara langsung, potensi dampak ekonomi pada klub dan masyarakat sekitar meningkat: Ini termasuk penjualan barang dagangan, tiket, transportasi umum dan makanan dan minuman yang dijual di dekat stadion, yang semuanya akan mengalami peningkatan.

Menurut survei terbaru yang dilakukan oleh BRI Research Institute, tingkat pertumbuhan ekonomi potensial bisa mencapai Rp4 Rp5 triliun dalam setahun, jauh lebih tinggi dari Rp2,7 Rp3 triliun yang diperkirakan oleh survei LPEM University.

Dalam laporannya, BRI Research Institute pada Juni 2023 menyebut, penyelenggaraan BRI Liga 1 berpotensi menciptakan perputaran uang (output ekonomi) mencapai sekitar Rp9 Triliun. Jumlah itu tercipta mulai dari nilai tambah ekonomi, pendapatan rumah tangga, potensi pajak, hingga penciptaan kesempatan kerja.

Dan bila melihat data dari Transfermarkt yang dilansir Katadata pada 17 Juli 2023 lalu, BRI Liga 1 menempati peringkat pertama sebagai liga dengan estimasi nilai valuasi tertinggi di Asia Tenggara, yakni mencapai Rp1.30 trilun. Jumlah itu lebih tinggi dibandingkan Liga Thailand (Rp1.28 triliun), atau bahkan Liga Singapura (Rp947.73 miliar) yang ada di peringkat ketiga.

Bila semua potensi-potensi itu bisa berjalan dengan baik, tentu akan memberi multiplier effect yang lebih besar dalam terciptanya perekonomian yang kuat untuk semua stakeholder hingga ke level akar rumput.

Next Post Previous Post